Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) adalah pintu gerbang mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan barunya sebagai komponen sosial perguruan tinggi. Sebagai “Penyentuh Awal Kehidupan”, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) mempunyai peran yang cukup vital untuk pemahaman mahasiswa baru terhadap kehidupan barunya sekaligus penentu bagi peran-peran lainnya.
Secara umum kita mengetahui bahwa tugas Perguruan Tinggi adalah melakukan proses pendidikan sehingga dapat membentuk insan akademis. Insan akademis yang dimaksud adalah insan yang dapat berperan menjadi generasi yang mampu mengembangkan diri sehingga mampu menghadapi segala tantangan yang diajukan oleh jaman, baik sekarang maupun di masa yang akan datang. Selain itu insan akademis juga dapat berperan sebagai insan yang sesuai dengan ilmu itu sendiri. Sebagai seorang insan akademis tentu kita mengetahui bahwa ilmu itu sendiri mempunyai karakter yaitu mencari dan selalu membela kebenaran ilmiah. Dengan memiliki karakter dari ilmu itu sendiri, maka insan akademis akan selalu berusaha untuk peka dan kritis terhadap kondisi yang terjadi di lingkungannya dan juga tidak,lupa untuk memberikan sebuah solusi kongkret yang dapat membangun masyarakat di lingkungannya.
Mahasiswa baru adalah “manusia sempurna”. Pada mahasiswa baru terdapat berbagai potensi yang dibutuhkan untuk tumbuh menjadi seorang manusia dewasa yang sadar, bertanggung jawab, mandiri, berprestasi, dinamis, dan bernurani sosial. Proses peramuan berbagai potensi kemanusiaan itu sangatlah menentukan bentuk akhir dari mahasiswa baru tersebut. Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) adalah pintu gerbang mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan barunya sebagai komponen sosial perguruan tinggi.

Intinya ada dua fenomena sosial yang sekarang terjadi di masyarakat kita. Pertama, hilangnya keteladanan yang menghinggapi mayoritas para “petinggi” bangsa. Kedua, hilangnya daya kepeloporan mahasiswa sehingga perannya sebagai Agent of Change menjadi tak bertuah. Ketika kita bermaksud melakukan sebuah revolusi, ada prinsip perubahan yang cukup “mujarab”. Think Globally and Act Locally.  Artinya perubahan harus kita mulai dari kita sebagai mahasiswa. Sikap-sikap keteladanan dan kepeloporan harus kita tumbuhkan dan kembangkan pada diri manusia.

Ketika mahasiswa baru tersadarkan akan dua karakter asasi manusia tersebut, maka vitalitas kemahasiswaan sebagai wadah yang akan mengcover energi perubahan tersebut akan menemukankreasi-kreasi baru yang diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *